Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2011

Gawat!Radiasi Nuklir Jepang Menyebar Hingga Amerika

Radiasi Nuklir Jepang Menyebar Hingga Amerika
Radiasi Nuklir Jepang Menyebar Hingga Amerika - Belerang radioaktif dari reaktor nuklir Fukushima, Jepang yang rusak akibat tsunami Maret lalu terdeteksi hingga California, Amerika Serikat. Namun, para peneliti menyatakan radioaktif itu belum membahayakan kesehatan manusia.

Menurut peneliti dari University of California, San Diego, Mark Thiemens, konsentrasi radio aktif di kawasan California itu meningkat lebih tinggi dari kadar normal.

"Kadar yang tercatat tidak masalah bagi kesehatan manusia. Bahkan, butuh instrumen sensitif untuk mengukur peluruhan radioaktif selama berjam-jam setelah pengumpulan partikel untuk mengetahui jumlah radiasinya secara tepat," kata Thiemens sebagaimana dilansir laman foxnews.com, Senin 15 Agustus 2011.

Reaktor nuklir Fukushima yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) rusak akibat terjangan tsunami 11 Maret 2011 silam.

Para peneliti menemukan sampel susu di California, Colorado, Connecticut, dan Massachusetts tercemar yodium aktif meski dalam kadar yang rendah. Menurut pejabat badan perlindungan Amerika, tingkat radiasi itu sangat kecil. Penelitian tingkat belerang aktif dilakukan di Scripps Institution of Oceanography di La Jolla, California, 28 Maret hingga 1 April yang lalu

Jumat, 10 Juni 2011

SURAT ANAK INDONESIA MEMBUAT JEPANG TERHARU

Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Yoshinori Katori, mengaku sangat terharu dengan simpati yang diberikan anak-anak Indonesia kepada Jepang terkait bencana tsunami yang baru saja menghantam negara itu Maret lalu.

"Kami menerima banyak sekali dukungan dari masyarakat Indonesia. Banyak sekali anak-anak Indonesia yang mengirimkan surat berisi dukungan yang sangat menyentuh hati kami," kata Katori.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai duta besar, kemarin, Katori membacakan sebuah surat yang dikirimkan oleh para pelajar sebuah SMP di Aceh kepada para korban tsunami. Aceh sendiri pernah diterjang tsunami pada 2004 silam, lebih dari 120.000 orang tewas.

"Aceh mencintai kalian. Kalian tak sendiri. Jika kalian sedih, kami turut sedih. Jika kalian senang, kami turut senang. Jika kalian tertawa, kami turut tertawa. Tetap semangat! Gambare!" ujar Katori membacakan surat dari pelajar Aceh.

Surat simpati juga datang dari seorang bocah korban gempa bumi Yogyakarta 2006 lampau. Bocah ini adalah salah satu anak di panti asuhan Arrahmah di Yogya. Katori kembali membacakan surat tersebut.

"Saya juga pernah kena gempa tahun 2006, waktu itu saya kehilangan rumah dan tidak mempunyai ibu," kata dia.

"Walaupun cobaan datang, kami masih tetap semangat untuk belajar. Kami yakin, kalian juga bisa membangun rumah kalian. Pesan saya untuk kalian: tetap semangat dan tunjukkan kalian bisa membangun negara kalian!" Tulis surat tersebut.

Gempa bumi 9 skala Richter disusul tsunami meluluhlantakkan wilayah timur Jepang. Korban tewas dilaporkan mencapai puluhan ribu orang. Menurut data World Bank, total kerugian yang dialami oleh Jepang adalah US$235 miliar atau sekitar Rp2.000 triliun, yang menjadikan bencana Jepang sebagai bencana termahal sepanjang sejarah.

Sabtu, 14 Mei 2011

Wah Inilah Kereta Terbang Buatan Jepang

Wah Inilah Kereta Terbang Buatan Jepang
Yusuke Sugahara, peneliti dari Tuhoku University, Jepang membuat prototipe kereta terbang pertama di dunia. Ia merancang sebuah lokomotif serupa pesawat yang mampu terbang dengan kecepatan super cepat. Teknologi ini diklaim selangkah lebih maju dibanding kereta cepat Maglev, yang mengambang akibat memanfaatkan gaya magnet.

Penampilan prototipe kereta terbang buatan Yusuke tak ubahnya seperti pesawat. Lokomotif itu dilengkapi baling-baling dan dua sayap. Teknologi serupa pesawat itulah yang mampu mengangkat badan lokomotif sedikit di atas tanah dengan kecepatan super.



Memang konsep kereta terbang bukan yang pertama kali di perkenalkan di dunia. Sebelumnya ada kerete Maglev (Jerman) yang memanfaatkan elektromagnet kuat. Kini Maglev mampu bergerak dengan kecepatan 360 kilometer perjam.

Urusan kereta cepat kini Jepang memiliki kereta berkecepatan peluru, Hayabusa . Kereta ini mampu melakukan perjalanan kilat secepat kecepatan peluru. Perjalanan sejauh 675 kilometer bisa ditempuh dalam tempo 3 jam 10 menit.

Nah, prototipe kereta terbang buatan Yusuke ini yang digadang-gadang sebagai teknologi masa depan. Meski perlu perbaikan di sana-sini, para ilmuwan Jepang bertekad membuat teknologi baru pengganti kereta peluru yang jauh lebih efisien dan cepat.